Jika belum ada pertolongan Alloh,
untuk seorang hamba,
maka hal pertama yang dibutuhkannya
adalah kesungguhan dalam berupaya
Seorang kaya berkata, "Aku tidak merasa istimewa sedikitpun dengan keberadaanku sebagai orang terkaya di dunia. Aku tetap hidup biasa saja di sebuah rumah sederhana dengan istriku tercinta. Aku tidak minum minuman keras, tidak merokok, dan tidak pernah terbersit keinginan untuk bergaya hidup seperti para konglomerat yang wajahnya setiap hari menghiasi halaman-halaman surat kabar, berada di tengah samudera dengan kapal pesiar yang megah, villa-villa indah di pegunungan, hidup dengan kemewahan, dan dikelilingi oleh gadis-gadis muda yang cantik rupawan yang bayarannya mencapai ribuan dollar.
Aku tetap menekuni dan mencintai pekerjaanku seperti hari-hariku sebelum ini. Bahkan, aku seringkali membawa bekal untuk makan siang dan menyantapnya dengan lahap di tempat kerjaku. Aku tidak pernah merasa bangga dengan harta bermilyar-milyar yang kumiliki. Namun, aku justru sangat bahagia dan tersanjung setiapkali teringat dengan hasil karya dan kerja keras dalam membantu menciptakan perubahan di kotaku ( Tokyo ) ini hingga menjadi salah satu kota yang terkenal di dunia. Singkat kata, kebahagiaanku adalah ketika aku masih bisa menikmati hasil ketekunanku dalam bekerja."
(Menjadi wanita Paling Bahagia, Dr.'Aidh al-Qarni, hal 140)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar