Dengan kekayaan tersebut Bill
Gates dapat menikmati sebuah tempat tinggal termahal dan paling modern
di seantero dunia pada abad ke 21 ini, dengan pemandangan Lake
Washington di Medina, Washington DC. King County menaksir nilai rumah
dan tanah Bill Gates setara dengan 125 juta USD, dengan pajak tahunan
kurang dari 1 juta USD. Ayah dari Jennifer Katharine Gates (1996), Rory
John Gates (1999) and Phoebe Adele Gates (2002) juga gemar mengoleksi
barang-barang antik dan mahal. Salah satu koleksinya adalah Codex
Leicester, yaitu koleksi lukisan Leonardo da Vinci, yang ia beli 30,8
juta USD dalam sebuah lelang pada tahun 1994.
Tak hanya kaya, Bill Gates
mendonorkan dana cukup besar untuk organisasi kemanusiaan dan program
riset di bawah naungan Bill & Melinda Gates Foundation yang ia
dirikan bersama istrinya pada tahun 2000. Organisasi tersebut juga
memberikan beasiswa kepada kaum minoritas, perwakilan penyantun
penderita AIDS di belahan dunia ke tiga atau negara-negara miskin dan
terbelakang. Berdasarkan artikel yang terbit pada tahun 2004, Gates
sudah mendonasikan dana untuk program kemanusiaan sebesar 29 milyar USD
sejak tahun 2000.
Kecerdasan Gates sudah terlihat sejak
belia, khususnya di bidang matematika dan IPA. Ketika beranjak remaja
ia lebih tertarik menekuni dasar sistem GE, dan meninggalkan pendidikan
untuk menekuni kegemaran tersebut. Di usia 14 tahun, Gates bekerjasama
dengan Paul Allen mendirikan Traf-O-Data. Saat itu ia sudah
mendapatkan bayaran 20.000 USD.
Pada proses kehidupan selanjutnya
Bill Gates mendirikan perusahaan Microsoft bersama Paul Allen.
Perusahaan tersebut kini mempunyai mempunyai ribuan paten, 8 diantaranya
atas namanya sendiri. Program Microsoft Disc Operating System (MS-DOS)
adalah salah satu produk Microsoft. Sebenarnya program tersebut bukan
karya Bill Gates sendiri, tetapi ia membeli dari penciptanya &
menjadi pemegang royalti royalti atas penggunaan program tersebut pada
setiap komputer. Sebagai pemegang royalti royalti atas ribuan paten,
bisa dibayangkan betapa deras uang yang mengalir setiap detik ke
rekening pribadinya.
Pesan :
Kesuksesan tidak hanya terkait dengan
pendidikan, modal, dan lain sebagainya, melainkan kemauan untuk merubah
keadaan. Contohnya Bill Gates, ia tidak mengandalkan pendidikan,
padahal dirinya diceritakan cukup cerdas dan kaya untuk mendapatkan
pendidikan setinggi apapun. Mari kita coba menelusuri faktor yang
mempengaruhi pria tersebut berhasil mencapai cita-citanya dan menjadi
orang terkaya di dunia pada abad ke-21 ini.
“Nothing is easy to the unwilling. – Tak akan pernah ada yang mudah bagi mereka yang tidak mempunyai kemauan,” kata Thomas Fuller. Bill Gates sukses seperti sekarang karena mempunyai kemauan yang besar untuk mencapai puncak cita-citanya. Dari kemauan itulah muncul kepercayaan diri untuk berusaha dan mencari cara paling cepat dan mudah mewujudkan tujuan tersebut.
“Nothing is easy to the unwilling. – Tak akan pernah ada yang mudah bagi mereka yang tidak mempunyai kemauan,” kata Thomas Fuller. Bill Gates sukses seperti sekarang karena mempunyai kemauan yang besar untuk mencapai puncak cita-citanya. Dari kemauan itulah muncul kepercayaan diri untuk berusaha dan mencari cara paling cepat dan mudah mewujudkan tujuan tersebut.
Sebuah kemajuan kecil yang berhasil
kita ciptakan, akan semakin memotivasi kita untuk berusaha lebih cerdik
dan mencapai cita-cita yang lebih tinggi. Dalam kisah kehidupan Bill
Gates, kita dapat melihat bahwa di usianya yang baru 14 tahun ia sudah
berhasil mendirikan Traf-O-Data, dan mendapatkan bayaran 20 ribu USD
atas sebuah program yang berhasil ia ciptakan. Itulah prestasi awal
keberhasilan yang kian memacu semangat Bill Gates mencapai puncak
cita-citanya.
Sementara itu, dalam proses mencapai
cita-cita kita pasti menghadapi berbagai bentuk tantangan yang dapat
melunturkan kemauan dan semangat kita. Tengoklah bagaimana Bill Gates
sekarang menikmati semua kemewahan atas kekayaannya yang melimpah. Jadi
bila semangat dan kemauan menurun, cobalah bayangkan kenikmatan,
kesenangan, kebahagiaan yang akan kita dapatkan bila sudah berhasil
nanti.
Belajar dari kesuksesan Bill Gates,
sebenarnya hukum inersia itu berlaku pula dalam usaha kita mencapai
tujuan atau cita-cita. Hukum tersebut mengatakan bahwa segala sesuatu
yang diam akan cenderung diam, sedangkan apapun yang bergerak akan
cenderung terus bergerak. Bila kita sudah terpola bersikap aktif, maka
kecepatan pola kerja kita untuk menciptakan prestasi yang lebih besar
juga akan semakin tinggi.
Sebenarnya royalti dari MS-Office saja
sudah menjadikan Bill Gates kaya raya. Tetapi karena dirinya sudah
terpola aktif, sehingga ia terus berinovasi dan berusaha lebih cerdik
memaksimalkan manfaat potensi yang ada di dalam dirinya sendiri maupun
potensi yang ada di sekelilingnya. Tak megnherankan jika Microsoft,
yaitu perusahaan yang ia dirikan bersama Paul Allen, saat ini sudah
mempunyai ribuan paten dan tentu saja mengalirkan uang lebih besar ke
rekeningnya dari hari ke hari.
Kesimpulannya adalah ciptakan kemauan untuk melakukan sesuatu. “Achievement
is largely the product of steadily raising one's levels of
aspiration... and expectation. – Prestasi lebih dipengaruhi oleh
peningkatan aspirasi dan kemauan seseorang,” ujar Jack Niklaus,
seorang produsen produk fashion ternama di dunia. Setelah itu, miliki
rasa percaya dan berusaha aktif mengoptimalkan manfaat potensi besar
yang ada di dalam diri sendiri maupun yang ada di sekeliling kita.
Dengan demikian kita akan dapat menciptakan mata rantai prestasi, pada
gilirannya mendorong kita untuk mencapai puncak cita-cita.
(Andrew Ho - Kiss UOL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar